Mengkonversi Sales Return Menjadi Omzet

Masalah yang kerap muncul dalam industri perdagangan wholesale adalah Retur barang atau retur penjualan. Namanya masalah, maka tentunya hal ini tidak akan disukai oleh seorang sales perusahaan distributor.

Tapi apakah akan selalu seperti itu? Sepertinya tidak, berikut beberapa cara untuk agar meng-konversi barang retur yang sudah dianggap “tidak laku” menjadi penjualan bagi perusahaan distributor :

  • Negosiasikan dengan pabrik agar dapat memperoleh keringanan untuk menukar barang yang tidak laku/ barang tarikan dari konsumen.
  • Lakukan Analisa pasar, apakah barang-barang hasil retur tersebut masih up-to-date atau tidak. Jika tidak, tentunya sangat penting untuk berhasil pada proses pertama agar kita data menukar barang dengan model yang lebih baru, agar perputarannya lebih cepat.
  • Analisa penjualan masing-masing konsumen. Dari barang yang diretur, kita harus bisa mengenali model atau artikel yang menjadi produk dengan perputaran cepat atau laku dari masing-masing konsumen. Karena pasti tiap-tiap konsumen memiliki spesialisasi penjualan atau barang yang laku berbeda-beda.
  • Mapping ulang distribusi barang. Jika proses ketiga sudah kita lakukan dan menemukan data yang akurat. Maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membagi distribusi barang sesuai dengan spesialisasi konsumen. Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak.

Dengan demikian, model atau artikel produk yang kurang laku atau bahkan tidak laku akan dapat terjual dipasaran dan akan bisa menaikan omset penjualan. Jika hal ini terjadi, produk dengan model baru yang rutin dibuat juga akan mudah masuk ketoko atau relasi langganan kita.

www.turboly.com