Perbedaan Sales Return & Purchase Return

image

Suatu saat anda mendapati barang yang anda beli dalam kondisi rusak atau cacat, maka langkah apa yang akan anda lakukan? Mungkin anda akan mengembalikan barang tersebut atau anda akan menerimanya saja mungkin karena terjadi crash saat pengiriman.

Dalam dunia perusahaan, terdapat istilah-istilah seperti sales return & purchase return. Bagi seorang tenaga penjualan atau sales, istilah tersebut tentu sering terdengar. Namun apa anda sudah mengetahui apa itu sales return dan purchase return?

Sales return atau dikenal dengan istilah retur penjualan berfungsi untuk mencatat aktifitas penerimaan barang – barang yang dikembalikan customer atau pelanggan karena cacat maupun rusak, atau barang-barang tersebut tidak sesuai dengan pre-order customer tersebut. Sedangkan purchase return atau dikenal dengan retur pembelian yaitu pengembalian kembali sebagian atau seluruh barang yang dibeli.

Dari pengertian tersebut, tentu sudah kita pahami dalam memeberikan layanan penjualan kepada pelanggan, kita berusaha memberikan layanan yang terbaik. Tetapi meskipun kita sudah melakukan yang terbaik, terdapat kemungkinan kita salah mengirim barang atau barang mengalami kerusakan saat sampai kepada pelanggan. Jika barang rusak maka pelanggan berhak mengembalikan barang yang rusak. Disinilah purchase return dapat digunakan melalui software retail indonesia. transaksi seperti ini dicatat sebagai akun pengurangan barang atau sering disebut sebagai purchase return (retur pembelian). Akun retur pembelian dan pengurangan harga ini berfungsi untuk transaksi pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual tentunya setelah ada kesepakatan dengan penjual.

Untuk barang rusak atau cacat memang semestinya harus diretur, karena jika barang tetap dipaksakan untuk dijual dengan harga normal, maka hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kredibilitas dan citra toko terhadap konsumen. Untuk barang yang tidak sesuai pesanan, sewajarnya toko tersebut meretur atau mengembalikan produk.

Lalu apa pengaruhnya terhadap perusahaan jika menolak retur yang diberikan oleh konsumen tersebut? Untuk sesaat memang menguntungkan, dimana perusahaan tidak akan kebebanan potongan dari retur, sehingga pembayaran yang diterima penuh sesuai tagihan. Namun, untuk waktu yang akan datang mungkin akan jadi masalah yang serius. Inilah yang perlu kita perhatikan dan dipertimbangkan oleh perusahaan.

turboly.com