Meminimalkan Resiko Piutang Tak Tertagih

image

Pada setiap perusahaan perdagangan baik barang atau jasa, penjualan akan dikategorikan ke dalam 2 jenis yaitu penjualan secara tunai dan penjualan secara kredit . Penjualan secara kredit ini yang sering dikenal dengan Piutang atau Account Receivable .

Pada saat perusahaan memutuskan untuk memberikan kredit kepada pelanggannya, tujuan mereka hanya 1 yaitu meningkatkan volume penjualan mereka. Agar pelanggan lebih tertarik untuk melakukan pemesanan barang di perusahaan/ toko mereka. Namun, disadari atau tidak hal ini memiliki resiko dimana jika “asal-asalan” dalam memberikan kredit makan akan timbul nilai piutang yang tidak tertagih.

Cara mencegah terjadinya kredit macet atau piutang tak tertagih adalah:

  • Selektif dalam memilih pelanggan yang diberikan fasilitas kredit. Pelajari dan review lagi mengenai historis pembelian dan pembayaran mereka selama ini, pilih pelanggan yang tidak pernah memiliki masalah pembayaran dan yang memiliki volume pembelian yang besar.

  • Pembayaran Dimuka. Cara paling mudah dalam mencegah terjadinya Piutang Tak Tertagih adalah dengan memberlakukan pembayaran dimuka bagi pelanggan yang sudah masuk dalam daftar “black list” perusahaan atau kepada pelanggan baru. Dengan cara ini memiliki keuntungan bahwa cash flow tidak akan terganggu namun, memiliki resiko pelanggan akan beralih ke perusahaan lain.

  • Pemisahan Wewenang. Penyelewengan Piutang oleh internal perusahaan sering kita jumpai. Untuk mencegah hal tersebut, pisahkan bagian Piutang dan Pencatatan (General Cashier). Jika bagian piutang digabungkan bersama bagian pencatatan dan bagian penerimaan kas dikhawatirkan memberikan peluang untuk melakukan kecurangan, dimana pembayaran secara tunai tidak akan dicatat.

  • Kirim Reminder Letter Secara Reguler. Mengatasi akun piutang tak tertagih terhadap pelanggan yaitu dengan mengingatkan pelanggan akan habisnya waktu jatuh tempo dari pada piutang tersebut . Maka disarankan pihak perusahaan untuk selalu memiliki data pelanggan dengan lengkap terutama informasi tentang contact person yang bisa dihubungi baik.

  • Jaga Hubungan Dengan Pelanggan. Pendekatan personal terhadap pelanggan akan sangat efekti untuk memberikan pemahaman mengenai kebijakan piutang yang telah disepakati agar dipatuhi oleh pelanggan. Maka jalinlah hubungan yang baik kepada setiap pelanggan. Sebelum jatuh tempo atas piutang tersebut dari pihak perusahaan sebaiknya memberikan informasi pemberitahuan sehari atau dua hari untuk mengingatkan pelangganya akan piutang yang jatuh tempo tersebut baik via telepon mau pun via e mail.

Dalam mengelola piutang maka kita harus memahami betul akan piutang dan kebijakan kredit yang akan kita terapkan pada perusahaan kita. Serta penyesuaian termin kredit yang akan digunakan. Jika segalanya telah di manage dan diterapkan dengan baik . Maka kemungkinan besar profitabilitas perusahaan pun akan meningkat pasti terjadi.

turboly.com