Resiko Bawaan Software ERP

Meskipun begitu banyak manfaat dari Sistem ERP bagi perusahaan, Anda mungkin perlu memahami risiko yang mungkin ditemui ketika melakukan implementasi Sistem ERP yang terkadang tidak diketahui sejak awal. Dengan memahami beberapa kemungkinan resiko yang dihadapi, membuat Anda lebih siap dan tidak merasa “terjebak”.

Berikut ini adalah resiko ketika melakukan implementasi Sistem ERP yang mungkin dihadapi :

1. Biaya Lisensi Software

Jika Anda memilih untuk berinvestasi dalam Sistem ERP tradisional (server local), Anda akan menemui biaya tambahan diluar biaya investasi software ERP, yaitu biaya lisensi software pendukung. Software pendukung misalnya software sistem operasi server, software database hingga software anti virus. Biaya – biaya ini tidak termasuk dalam biaya software ERP. Bagi sebagian orang awam hal ini dapat dianggap biaya tidak terduga yang timbul ketika ingin mengimplementasikan Sistem ERP di perusahaan. Oleh sebab tingginya biaya tersebut, maka banyak UKM yang mengurungkan niat untuk mengimplementasikan Sistem ERP di perusahaan mereka. Namun sekarang, ada solusi Sistem ERP berbasis cloud yang menyediakan Sistem ERP dengan biaya investasi ringan (dapat dibayar bulanan) dan yang pasti tanpa ada tambahan biaya-biaya lain, karena biaya bulanan sudah mencakup semua yang dibutuhkan hingga Sistem ERP dapat digunakan.

2. Biaya Implementasi dan Maintenance

Investasi Software ERP merupakan suatu investasi yang memakan biaya cukup signifikan bagi perusahaan. Perlu diingat, agar Sistem ERP berjalan dengan lancer maka diperlukan training bagi staff, proses migrasi data dari Sistem lama ke Sistem ERP baru. Maka jangan heran jika biasanya vendor akan membebankan biaya implementasi yang sudah mencakup proses diatas. Selain itu, untuk Anda yang menggunakan Sistem ERP tradisional (Lokal server) akan dibebankan biaya maintenance/ perawatan tahunan yang besarnya kurang lebih 5-15% dari nilai Software ERP. Tambahan lain yang jarang sekali diperhatikan adalah hardware, Sistem ERP memerlukan spesifikasi hardware tertentu agar Sistem dapat berjalan dengan baik, bagi Anda yang memiliki hardware lama maka bersiaplah akan ada tambahan investasi yang dikeluarkan.

3. Fitur Custom

Kustomisasi fitur adalah salah satu aspek terbaik dari Sistem ERP. Kustomisasi bisa menyentuh sebagian kecil fitur hingga Sistem secara keseluruhan. Proses pembuatan fitur custom ini akan memakan investasi waktu, tenaga dan tentunya uang. Banyak perusahaan yang menginginkan Sistem ERP yang benar-benar custom yang pada akhirnya proses kustomisasi tidak kunjung usai karena terus bertambah. Proses kustomisasi ini sebenarnya menimbulkan resiko Sistem ERP yang gagal dan akhirnya malah tidak benar-benar memenuhi kebutuhan bisnis mereka.

4. Kompleksitas

Solusi Software ERP memberikan banyak manfaat dari berbagai fitur yang ada, tetapi dilain hal setup Software ERP merupakan suatu hal yang rumit dan butuh ketelitian. Bukan hal yang aneh jika ada perusahaan gagal mengimplementasikan Sistem ERP yang disebabkan proses setup rumit dan tidak menemukan solusi. Diperlukan tim yang solid untuk mendukung proses implementasi Sistem ERP

Jadi, Haruskah Berinvestasi Sistem ERP?

Saat membuat keputusan tentang mengimplementasikan Sistem ERP, sangat penting untuk mengetahui kebutuhan di perusahaan Anda dan memahai keuntungan dan kekurangan Sistem ERP yang ingin Anda pilih. Pada akhirnya, manfaat akan Sistem ERP bagi perusahaan akan lebih dirasakan dibandingkan dengan resiko diatas. Potensi untuk fungsi bisnis yang sepenuhnya efisien dan peningkatan produktivitas dalam jangka panjang menjadikan manfaat penerapan Sistem ERP sebagai investasi waktu dan sumber daya yang berharga.

www.turboly.com