Langkah Langkah Stock Opname

Bagaimana sebuah perusahaan ritel mengelola persediaan barangnya yang begitu banyak? Tentu akan sangat membingungkan jika dilakukan secara benar dan dengan bantuan Sistem Inventory. Stock opname pada awalnya merupakan sebuah kegiatan menghitung persediaan fisik di gudang/ toko untuk mengetahui jumlah aslinya. Namun dengan meningkatnya penggunaan Sistem Inventory, stock opname saat ini bisa dibilang adalah kegiatan rekonsiliasi anatar stock fisik dan stock di Sistem Inventory meskipun pada akhirnya nilai fisiklah yang dijadikan acuan. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui kebenaran barang di lapangan.

Langkah-Langkah Menyusun Stock Opname Yang Perlu Di Ketahui

Tahap Permulaan

Melakukan kegiatan stock opname, ada langkah-langkah yang perlu dilakukan dan harus secara berurutan. Tujuannya adalah agar perhitungan stock barang tersebut dapat berjalan lancar dan juga menghindari kesalahan perhitungan. Pada tahap ini dimulai maksimal 3 hari sebelum stock opneame dilakukan. Pada tahap ini dimulai dengan merapikan bin card atau kartu stock, menyusun barang sesuai dengan jenis dan kategorinya. Maksud hal ini dilakukan agar proses perhitungan menjadi lebih mudah

Tahap Persiapan

Tahap persiapan adalah tahap dimana proses pembagian tugas dilakukan. Jika toko atau gudang memiliki lokasi yang luas maka diperlukan pembagian tugas setiap staff, bagian mana dan barag apa yang harus mereka hitung.

Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini stock opname mulai dilakukan. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti memastikan kembali bahwa semua transaksi yang berkaitan dengan stok barang sudah diinput ke sistem ERP baik penjuala, pembelian, transfer. Ketika stock opname dilakukan, ada baiknya kita menyediakan suatu penanda untuk memisahkan barang yang sudah dihitung dan yang belum.

Tahap Akhir

Setelah perhitungan fisik dilakukan, diperlukan validasi kembali. Jika ditemukan selisih cari tau penyebabnya bandingkan dengan jumlah penjualan, pembelian, transfer atau segala aktifitas terkait dengan persediaan barang. Komunikasikan dengan tim accounting mengenai alokasi beban jika ditemukan selisih.

Stock opname akan lebih mudah jika kita mengimplementasikan Sistem Inventory, karena dengan sistem inventory akan memberikan detail aktifitas pergerakan barang di toko atau gudang. Sehingga jika terjadi selisih akan lebih mudah dalam melakukan validasi dan keakuratan datanya.

Baca juga : Tips Mendapatkan Barang

www.turboly.com