Menjaga Motivasi Tim Penjualan Setelah Musim Liburan

image

Tantangan bagi pemilik atau manajemen adalah bagaimana membuat karyawan termotivasi selama akhir tahun, dan tidak membiarkan mereka menyerah pada tekanan target penjualan dan dalam tenggat waktu yang ketat. Setelah semuanya tercapai, fokus berikutnya adalah bagaimana menjaga semangat dan energi tim penjualan setelah musim liburan atau puncak penjualan.

Ketika ingin memotivasi staf penjualan di toko, tidak hanya dengan menerapkan reward & punishment. Semua staff penjualan individu. Mereka masing-masing datang bekerja mencari hal yang berbeda dan menginginkan pengalaman yang berbeda dari pekerjaan mereka. Beberapa akan didorong oleh pujian, sementara yang lain tidak perlu mendengarnya tetapi lebih suka mendapat hari libur tambahan.

Ambil waktu untuk mempelajari apa yang membuat karyawan tergerak dan apa yang membuat mereka berusaha lebih keras. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah bertanya kepada mereka, satu lawan satu, dan dalam situasi tanpa tekanan di mana mereka bisa jujur ​​dan langsung.

Menetapkan Tujuan Baru

Namun, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan pada tingkat kelompok yang akan meningkatkan semangat dan motivasi di sekitar. Saat kita ingin meningkatkan kinerja karyawan, tempat terbaik untuk memulai adalah dengan menetapkan serangkaian tujuan baru untuk musim baru. Setelah tekanan puncak penjualan berakhir, saatnya untuk menyesuaikan tujuan penjualan dengan standar baru. Target macam apa yang diharapkan untuk mencapai kuartal berikutnya? Pastikan semuanya realistis.

Memperbaiki Kesalahan

Pasca puncak penjualan merupakan waktu yang tepat untuk mempelajari dan memperbaiki segala sesuatu yang mungkin tidak berjalan lancar di toko, khususnya berdasarkan periode peak seasons. Apakah cara merubah tata letak toko? Mengelola penyimpanan secara berbeda? Atau cara lain dalam pelayanan untuk pelanggan.

Memberi Contoh

Jangan lupa bahwa sebagai pemilik bisnis atau atasan kita harus menjadi orang yang menunjukkan kepada tim bahwa Anda masih bersama mereka, mengesampingkan apapun hasil pada musim/ periode sebelumnya. Berilah contoh sederhana misalnya cuti, saat mereka sibuk dalam mengejar penjualan hadirlah ditengah mereka berikan perhatian, jangan ambil cuti panjang saat mereka sedang mengejar target meskipun sebenarnya Anda bisa.

Jangan Merayakan Keberhasilan Secara Berlebihan

Akhirnya, hal lain yang dapat Anda lakukan untuk staf Anda setelah periode sibuk adalah mengadakan perayaan bersama mereka misalnya makan atau liburan bersama. Namun ingat, ini bukan pesta liburan. Ini adalah cara untuk mengatakan: “Terima kasih telah berada di sini saat ini di tahun yang sibuk”. Cobalah untuk menghargai mereka secara keseluruhan, dan biarkan mereka tahu bahwa mereka sebenarnya dihargai. Ini akan membantu mereka masuk ke periode berikutnya sedikit lebih ringan.

Baca juga : KARYAWAN:KUNCI MENJUAL LEBIH BANYAK DAN MENINGKATKAN KEUNTUNGAN

turboly.com