image

Apa itu Lead Time?

Lead time mengacu pada waktu yang dibutuhkan antara awal dan penyelesaian pesanan. Istilah ini biasanya digunakan dalam manajemen rantai pasokan - pesanan pembelian, manajemen proyek - penyelesaian pekerjaan, dan bidang manufaktur - pembuatan produk.

Jika waktu yang diperlukan lebih lama sering kali mengakibatkan pemborosan sumber daya, dan perusahaan harus meninjau waktu pemrosesan mereka terhadap pengukuran untuk mengidentifikasi cara meningkatkan waktu penyelesaian.

Semakin pendek lead time akan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan, menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang lebih meningkat.

Bagaimana lead time mempengaruhi Inventori?

Perusahaan yang menyimpan persediaan untuk digunakan dalam produksi sering menghadapi kendala kehabisan dan kekurangan bahan baku tanpa mendapatkan bahan baku baru.

Kehabisan stok atau Out of stock akan mengganggu pemenuhan pesanan pelanggan yang meningkatkan waktu tunggu sampai terpenuhi dan hal ini secara langsung juga akan meningkatkan biaya untuk perusahaan dan yang paling besar adalah menurunkan kepuasan pelanggan.

Kegagalan untuk mengisi stok sebagian besar disebabkan oleh penundaan lead time yang bervariasi di antara pemasok. Beberapa penyebab umum penundaan lead time termasuk bencana alam, kesalahan manusia, kekurangan bahan baku, sistem manajemen inventaris yang tidak efisien, dan faktor lainnya.

Perusahaan dapat mengurangi kehabisan stok dengan menggunakan software inventori atau software akuntansi yang memiliki fitur inventory terlengkap yang mengotomatiskan proses pemesanan barang.

Software tersebut menyimpan informasi supplier untuk produk tertentu, sehingga memudahkan untuk memesan produk tertentu ketika hampir habis. Pemesanan otomatis mengurangi lead time dengan membuat permintaan inventory cukup awal untuk menghindari kehabisan stok, sehingga mengurangi waktu dan biaya pengiriman.

Untuk komponen yang paling penting, perusahaan dapat memelihara database pemasok cadangan yang dapat memasok inventaris saat pemasok utama tidak tersedia atau kehabisan stok.

Baca Juga : Cara Menerapkan Manajemen Hutang Supplier

www.turboly.com