Cara Mengatur Strategi Konsinyasi

image

Produk konsinyasi selalu menjadi topik bahasan di bagian pembelian, produk, hingga ke accounting di area prosedural retail kosmetik. Banyak toko kosmetik hingga klinik kecantikan memiliki campuran produk konsinyasi dan milik sendiri dalam persediaan mereka. Namun, ketika menggali lebih dalam, akan bisa menemukan bahwa banyak persediaan ditambahkan ke persediaan sebagai barang yang konsinyasi atau dimiliki karena alasan yang tidak konsisten. Dan menggali lebih dalam akan menemukan bahwa seringkali keputusan untuk memiliki atau meng-konsinyasikan barang dibuat bertahun-tahun yang lalu dan keputusan tersebut belum pernah diputus kembali selama bertahun-tahun.

Salah satu alasan utama menerapkan konsinyasi pada beberapa persediaan di toko kosmetik dan klinik kecantikan adalah karena ketidakpastian apakah persediaan benar-benar habis digunakan/ terjual. Metode ini dapat digunakan untuk memiliki “stock” agar variasi produk lebih menarik dimata konsumen.

Mengurangi biaya kedaluwarsa

Retail Kosmetik menangung biaya kadaluwarsa yang tinggi dari persediaan yang bergerak lambat, mendapatkan solusi dengan metode konsinyasi persediaan tersebut. Supplier sekarang akan mengelola kedaluwarsa persediaan yang disimpannya dan mengganti persediaan yang akan kedaluwarsa dengan item yang lebih baru. Ini bisa menjadi solusi cepat jangka pendek bagi retail kosmetik untuk mengurangi biaya kedaluwarsa.

Mengurangi biaya pengiriman

Keuntungan finansial utama dari konsinyasi terletak pada kemampuannya membebaskan modal kerja untuk retail kosmetik. Ketika sebuah retail kosmetik memiliki persediaan sendiri, maka persediaan akan permanen tercatat di neraca. Ada modal yang “diikat” dalam persediaan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain. Dengan konsinyasi, resiko akan “modal terikat dalam persediaan akan menurun dan terbebas dari tambahan beban ketika pengiriman dari satu cabang ke cabang lain.

Baca Juga : Mengenal Bisnis Konsinyasi

turboly.com