Perbedaan Investor Aktif dan Pasif dalam Bisnis Franchise

image

Bisnis waralaba/ franchise ritel adalah salah satu cara populer untuk memulai bisnis. Dalam bisnis waralaba/ franchise kita akan menemukan berbagai istilah-istilah yang mungkin tidak asing lagi saat ini yaitu seperti investor, manajemen operator. Namun apakah sebenarnya artinya dari istilah - istilah tersebut?

Beberapa istilah seperti Franchisor (Pemilik Franchise) untuk menjelaskan berbagai kriteria Franchisee (Pembeli franchise). Istilah ini sangat penting untuk dipahami karena berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab dalam bisnis franchise.

Berikut adalah penjelasan dari istilah-istilah dalam bisnis franchise :

1. Investor Aktif

Manajemen Operator/Investor Aktif merupakan investor yang aktif dalam day-to-day business operational. Investor aktif dalam merekrut karyawan, memanage bisnis, hingga pemasaran. Tapi segala sistem termasuk pelatihan karyawan sebagian akan dilakukan oleh Franchisor sebagai pemilik merek. Franchisor memiliki standar mulai dari sistem Sumber Daya Manusia, Sistem Marketing, Sistem Kontrol, Sistem Keuangan, dsb. Jadi, ketika bergabung dalam sebuah sistem franchise, biasanya sistem tersebut sudah di standarisasi dan terbukti berhasil sehingga tidak perlu melakukan uji coba dan tinggal menggunakannya saja. Hal ini akan membuat persentase keberhasilan bisnis anda menjadi lebih tinggi, bila dibandingkan dengan bisnis konvensional yang segala sesuatunya perlu dibuat dan di tes dari 0.

2. Investor Pasif

Investor disini merupakan jenis Franchisee yang Pasif. Biasanya hanya akan menyetorkan modal dalam jumlah tertentu untuk membeli franchise, namun tidak punya waktu dan kemampuan untuk menjalankan bisnisnya. Beberapa Franchisor, memiliki opsi kerjasama dimana Franchisor yang menjadi owner operator yang menjalankan bisnis, sehingga investor hanya perlu menyetorkan modal dan mendapat laporan tiap bulan, serta mendapatkan pendapatan pasif secara berkala.

Opsi skema kerjasama Investor pasif ini ini secara memang terlihat lebih menggiurkan, namun sebenarnya tidak demikian. Baik Owner Operator maupun Investor harus bisa bekerjasama dan berdiskusi, karena kesuksesan bisnis tersebut bergantung pada seberapa bagus eksekusi praktis di lapangan.

Baca Juga : Cara Franchisor Menjamin Stock di Franchisee

turboly.com