Pengaruh Inflasi Bagi Bisnis Retail

image

Meningkatnya Inflasi dalam beberapa bulan terakhir, cukup dirasakan oleh konsumen dan bisnis retail pada umumnya. Setiap orang merasakan dampaknya karena harga segala sesuatu mulai dari makanan, tagihan energi, dan barang-barang rumah tangga mulai merangkak naik.

Meskipun sulit untuk memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, namun sesuai pengalaman pada waktu-waktu sebelumnya bisnis ritel akan terus bertahan dan dalam beberapa bahkan dapat berkembang pesat. Hasil analisa dari McKinsey menyampaikan bahwa bisnis retail yang dapat mengkatalisasi tantangan ini menjadi peluang jika membuat keputusan yang berani dan sedikit spekulatif. Keputusan ini cenderung bersumber pada pengalaman transformasi digital, yang membantu retailer mendapatkan transparansi informasi data, dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan keuntungan dan beradaptasi cepat terhadap kebutuhan pelanggan dan bisnis mereka sendiri.

Mengingat akan hal ini, berikut adalah 5 cara agar dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat bisnis retail lebih tahan terhadap inflasi dan tantangan yang menghadang :

1. Pesan apa yang akan dijual

Untuk dapat mengkatalisasi peluang terbaik dalam mengatasi inflasi yang tinggi, bisnis retail memerlukan visibilitas stok secara real time serta Software Management Retail perencanaan dan peramalan kebutuhan stok akan menjadi lebih kuat. Kemampuan ini membantu menentukan pembelian produk dan jumlah yang tepat dengan mengetahui dengan pasti apa yang diminati konsumen mereka sekarang dan memperkirakan apa yang mereka inginkan di masa mendatang. Software Management Retail memiliki analitik dan peramalan yang cerdas memungkinkan kolaborasi bagian penjualan dan pembelian melakukan analisa data untuk mengidentifikasi tren dan pola pembelian serta memastikan kelancaran pembelian dan distribusi sehingga dapat memprediksi permintaan secara akurat.

2. Tetapkan harga dan diskon yang realistis dan menarik

Saat terjadi krisis tidak perlu memberi harga murah pada setiap barang, juga tidak perlu menambah jumlah promosi yang ditawarkan. Analis industri dunnhumby mengatakan bahwa menjalankan terlalu banyak promosi dapat berdampak buruk pada persepsi merek bisnis. Jika perusahaan retail terus-menerus memberikan produk, dampak buruknya adalah konsumen akan jarang melakukan transaksi pada harga normal. Kenaikan inflasi memberikan peluang besar untuk mengatur ulang strategi promosi guna menghemat uang dan margin yang dapat diinvestasikan kembali di tempat lain,

3. Dapatkan hasil maksimal dari staf Anda

Turnover karyawan yang tinggi, membuat pengeluaran yang dikeluarkan dengan cepat bertambah. Pengadaan, perekrutan, orientasi, dan pelatihan menguras waktu dan sumber daya manajemen toko retail serta membebani bisnis dengan tidak disadari. Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk menarik staf terbaik, membuat mereka tetap produktif, dan mendorong mereka untuk bertahan?

Sistem Management Retail bisa membantu. Sistem ini akan memberikan pandangan yang jelas tentang biaya dan kinerja. Berbekal informasi ini, manajemen dapat mengatasi periode singkat dan kelebihan staf, mengidentifikasi karyawan berkinerja terbaik dan memberi penghargaan kepada mereka dan memberikan pelatihan dan feedback yang ditargetkan kepada mereka yang membutuhkannya.

4. Sempurnakan strategi omnichannel

Bisnis retail yang menggunakan Sistem ERP Retail Management sebagai software ritel mereka paling siap untuk memberikan jenis kemampuan omnichannel ini. Sistem ERP Retail Management dapat mengelola semua saluran dan departemen dalam satu platform sehingga dapat melihat dengan tepat apa yang terjadi di seluruh bisnis. Ini juga memungkinkan konsumen untuk memilih dan memilih saluran belanja yang mereka sukai.

5. Lebih memahami pelanggan Anda

Dalam masa-masa sulit, penting untuk memastikan konsumen tetap merasa dihargai. Di sinilah personalisasi konsumen menjadi kunci khususnya untuk speciality retail. Jika dapat mengenali setiap konsumen dan kebutuhan mereka di setiap di semua cabang, kemungkinan besar mereka akan tetap setia dan mau mengeluarkan uang lebih banyak. Sebuah survey dari Boston Consulting Group menemukan bahwa ketika pengalaman berbelanja sangat dipersonalisasi, pelanggan 110% lebih mungkin untuk menambahkan barang ekstra dan 40% lebih mungkin membelanjakan lebih dari yang mereka rencanakan.

Baca Juga : Perbedaan Retail Management System dan POS System

turboly.com