Masa Depan Sistem ERP

Teknologi ERP berevoluasi selama beberapa dekade belakangan dari hanya sebuah paket aplikasi stand-alone, hingga kumpulan modul aplikasi yang saling terhubung, sampai dengan sebuah paket aplikasi terintegrasi yang didorong oleh kebutuhan yang ingin mengintegrasikan keseluruhan fungsi bisnis perusahaan dalam sebuah paket sistem. Terkadang Sistem ERP yang terintegrasi menimbulkan dampak “kaku” atau tidak fleksibel dalam penerapannya selain itu juga faktor biaya yang cukup besar,

Banyak cerita akan kegagalan implementasi Sistem ERP menjadikan Sistem ERP cenderung dihindari oleh para pelaku usaha khususnya perusahaan menengah. Namun keberhasilan implementasi juga banyak memberikan kisah-kisah indah akan kesuksesan dan memberikan manfaat besar yang perusahaan yang menerapkannya. Sistem ERP memang bagus dan dibutuhkan, tapi implementasinya membutuhkan energi dan perhatian yang besar dari seluruh bagian dalam perusahaan ketika mengimplementasikannya.

Sistem ERP mengalami revolusi digital beberapa waktu belakangan sepertinya telah mereformasi paradigma mengenai Sistem ERP itu sendiri. Pertama, pada era internet seperti sekarang ini yang jadi fokus utama bagi bisnis adalah pelanggan dan fleksibilitas/kelincahan dalam menghadapi kompetisi usaha yang semakin dinamis.

Secara default, Sistem ERP mencakup penjualan, pemasaran, distribusi, persediaan, keuangan & akuntansi, SDM, dan ada fungsi-fungsi tambahan disediakan dalam Sistem ERP seperti manufaktur dan manajemen proyek. Namun, juga akibat revolusi internet yang terjadi dimana semua perusahan ritel lebih fokus kepada customer maka saat ini Sistem ERP memberikan nilai lebih dengan memberikan modul-modul tambahan yang cukup menarik untuk meningkatkan customer experience seperti Mobile POS, Loyality Point, Membership, Online sales, dsb.

Bisnis Ritel modern semakin bersemangat untuk melakukan transformasi digital. Teknologi yang digunakan bisa beragam, namun yang pasti mereka akan memilih solusi baru berdasarkan kebutuhannya. Perkembangan ini juga menggeser paradigma lama untuk sebisa mungkin mengimplementasikan sebuah sistem besar seperti Sistem ERP yang mencakup segalanya. Hal ini diamini dengan muncul Sistem ERP dengan konsep Software as a Service (SaaS) yang dapat digunakan dengan konsep biaya bulanan.

Namun jenis Sistem ERP apa yang akan dipilih, perlu mempertimbangkan secara detail sesuai dengan kebutuhan. Agar dapat mengindentfikasi kekurangan dan kelebihan Sistem ERP. Bagi para pengguna Sistem ERP, hilangkan asumsi bahwa Sistem ERP bisa fleksibel. Ya, karena semakin fleksibel Sistem ERP artinya semakin banyak celah yang bisa menimbulkan kerugian. Sebuah Sistem ERP jika dapat memenuhi 80% kebutuhan sudah sangar baik.

Baca Juga : 5 MITOS SISTEM ERP

www.turboly.com