Diskusi:Sistem ERP vs Sistem Akuntansi Terintegrasi

image

Perkembangan teknologi secara langsung memiliki dampak untuk bisnis ritel dan wholesale. Berbagai macam teknologi dan platform baru berkembang menjadikan bisnis ritel dan wholesale menjadi lebih maju dalam berbagai bidang. Salah satu perkembangan yang mempengaruhi industri ritel dan wholesale adalah mengenai sistem apa yang paling baik dan sesuai dengan industri ini. Sering ada beberapa pendapat yang menarik untuk didiskusikan yaitu Sistem ERP vs Sistem Akuntansi Terintegrasi.

Kita akan coba membahas perbedaan antara Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan Sistem Akuntansi Terintegrasi sehingga kita dapat menentukan sendiri mana yang lebih tepat untuk bisnis kita.

Sistem ERP

Salah satu manfaat utama dari Sistem ERP adalah bahwa semua modul berada dalam 1 platform yang sama. Komunikasi antar bagian menjadi sangat efektif dan meminimalisir perbedaan data. Mulai dari pembelian, penerimaan, hingga persediaan di simpan di gudang akan dengan mudah diakses oleh setiap bagian dan di kontrol oleh setiap manager. Selain itu juga bagian penjualan akan mendapatkan informasi real-time berapa stock yang bisa dijual dalam periode sekarang. Semua data akan otomatis bergerak dan mengalir hingga ke muaranya yaitu bagian keuangan dan akuntansi untuk dapat diolah menjadi sebuah laporan keuangan. Sistem ERP juga akan membantu dalam proses mengidentifikasi tren dengan cepat, dan memperkirakan serta memprediksi kinerja masa depan.

Ada juga sejumlah keuntungan lain dari Sistem ERP :

  1. Data Segmentasi yang Kuat

Sistem ERP akan mengumpulkan data dari semua sumber penjualan baik onffline, online, retail ataupun wholesale dan akan menghasilkan laporan yang akurat terkait produk, customer, performa supplier dan sebagainya.

  1. Merampingkan Workflow Perusahaan

Sistem ERP adalah platform yang sangat kuat, terutama untuk manajemen inventory dan akuntansi yang memiliki kemampuan untuk mengawasi seluruh bisnis, mudah digunakan dan semua orang yang terlibat (bekerja)

  1. Keputusan Bisnis yang Cepat

Sistem ERP membuat semuanya menjadi lebih mudah. Akses informasi dan data yang mudah diakses akan memberikan gambaran kondisi bisnis secara akurat. Dengan laporan yang mudah didapatkan maka analisa untuk strategi bisnis di masa depan akan dengan cepat kita terapkan dengan percaya diri tanpa keraguan terkait investasi, pinjaman bisnis atau memahami di mana biaya Anda tinggi dan margin rendah.

Sistem Akuntansi Terintegrasi

Sistem Akuntansi Terintegrasi adalah salah satu solusi untuk perusahaan menengah yang memiliki performa “menanjak”. Bisnis pada mulanya mungkin hanya membutuhkan sebuah sistem untuk penjualan, namun dengan semakin tingginya pergerakan barang maka mulai membutuhkan sistem untuk mengontrol inventory, semakin tinggi pula omset dan pendapatannya maka mulai diperlukan Sistem Akuntansi sebagai pelengkapnya. Dengan pertumbuhan bisnis yang bertahap maka kebutuhan akan sistem akan meningkat juga, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan menggabungkan beberapa sistem operasional menjadi satu terintegrasi.

Namun, dengan sistem ini ada kelemahan dimana alur data yang bisa terputus, sehingga bisa menghasilkan data informasi yang tidak akurat karena di beberapa bagian diperlukan input data secara manual.

  1. Penjualan

Penjualan yang dibuat di toko dan pembayarannya diposting pada Sistem Point of Sale (POS), setelah itu jurnal penjualan akan “dibuat” secara berkala melalui jurnal manual pada Sistem Akuntansi.

Artinya, bagian akuntansi akan menghabiskan banyak waktu kerja untuk menyelesaikan pencatatan, dan temuan jika ada keanehan dalam penjualan akan ditemukan setelahnya. Jadi, jika Anda membutuhkan hasil yang cepat cara seperti ini bukan menjadi solusi. Beberapa Sistem POS saat ini sebenarnya sudah menyediakan integrasi langsung dengan Sistem Akuntansi, namun karena ini sebuah platform berbeda maka resiko data jurnal tidak terbentuk dengan utuh akan tetap bisa terjadi.

  1. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Dengan sistem yang terpisah antara Sistem POS dan Sistem Akuntansi, harga pokok penjualan (HPP) tidak dapat dicatat secara realtime, namun dalam penerapannya akan menggunakan pencatatan HPP secara periodik. Halini berarti Anda tidak akan memiliki laporan pendapatan yang akurat sampai akhir periode akuntansi.

Pilihan mana yang terbaik? Semua bergantung dengan jenis usaha dan kondisi perusahaan Anda.

Baca juga : SOFTWARE CLOUD ERP 2020

turboly.com