Pentingnya Laporan Persediaan

Untuk bisnis ritel yang memiliki produk beragam, biaya persediaan dapat menjadi signifikan. Memiliki tingkat stok yang terlalu tinggi berarti banyak modal operasional terikat dalam persediaan. Persediaan memiliki resiko yang lebih besar terhadap seperti pencurian, kebakaran, atau kedaluwarsa barang yang mudah rusak. Selain itu, beberapa resiko lain pun bisa mengintai : Biaya asuransi lebih tinggi, Gudang dan biaya staf yang lebih besar, Lebih banyak paparan tren siklus hidup produk. Di ujung lain skala memegang terlalu sedikit stok meningkatkan risiko perusahaan.

Menjalankan bisnis yang tidak produktif. Jelas, persediaan merupakan risiko yang harus dikelola - dan ini dimulai dengan pelaporan persediaan yang akurat. Berikut adalah beberapa laporan utama yang berguna untuk mengelola persediaan dengan baik :

Stock Level Inventory

Sebagai dasar, kita perlu mengetahui nilai total dari persediaan yang kita miliki. Jika kita memiliki persediaan di berbagai lokasi, juga harus mengetahui nilai Stock Level gudang, toko dan dapat melacak nilai modal kita berdasarkan kategori produk dan bahkan SKU (Stock Keeping Unit). Mengetahui berapa banyak modal yang berbentuk persediaan - dan melacak fluktuasi dari waktu ke waktu - adalah bagian penting dari manajemen risiko keuangan perusahaan, serta ukuran luas dari efektifitas operasional.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

COGS Anda juga merupakan laporan inti yang harus diperhatikan - dan laporan yang menginformasikan KPI penting lainnya seperti Rasio Perputaran Persediaan Anda dan Gross Profit Margin (GPM).

Pada dasarnya HPP menunjukkan berapa biaya perolehan satu produk. Setiap produk memiliki angka HPP bahkan sebelum kita jual. Faktanya, jika nilai HPP tidak mengetahui sebelum menjual produk maka kerugian sudah pasti akan mengikuti. Mengapa? Karena HPP produk apalagi yang fast moving akan selalu bergerak dengan cepat, maka memonitor perubahan HPP setiap produk wajin di ketahui sebelum menentukan harga jual yang tepat.

Rata Rata Penjualan Harian

Laporan rata rata penjualan harian merupakan laporan inti lain untuk dilacak. Manajemen perusahaan banyak yang menetapkan KPI di sekitar angka ini - itulah sebabnya mengapa banyak staff atau manajer gudang memiliki tugas rutin untuk melaporkan angka ini secara teratur. Kita wajib mengetahui berapa QTY barang terjual setiap harinya, misalnya kita ambil dalam periode 90 hari. Saat diketahui kita memiliki persediaan yang lambat bergerak (slow moving) Memegang stok tertentu terlalu lama - misalnya, mudah rusak, atau mainan atau barang pakaian yang musiman - berisiko susah untuk dijual. Jika produk yang mudah rusak membentuk bagian dari persediaan Anda, maka Hari Rata-Rata untuk Menjual akan menjadi metrik yang umum.

Dengan sistem manajemen persediaan real-time, laporan persediaan akan tersedia kapan saja dibutuhkan, real-time dan akurat.

Baca Juga : TANTANGAN MENGELOLA BIAYA INVENTORY PADA PERUSAHAAN RETAIL

www.turboly.com