Strategi Penetapan Harga dalam Bisnis Ritel

Salah satu tantangan dalam berjualan ritel adalah bagaimana menerapkan strategi penetapan harga. Hal ini memang sering terjadi baik di kalangan pengusaha pemula bahkan di kalangan pengusaha senior sekalipun.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa harga adalah salah satu aspek terpenting pada suatu produk. Harga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Maka dari itu, harus benar-benar menentukan harga yang tepat bagi sebuah produk, yang tentunya juga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Dalam perkembangannya, strategi penentuan harga bukan hanya tentang berapa keuntungan yang bisa didapat, tapi juga berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menentukan harga jual suatu produk. Berikut adalah tiga cara yang paling sering digunakan dalam strategi penetapan harga:

1. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Biaya

Metode ini adalah yang paling standar dan paling banyak digunakan, metode ini menentukan harga berdasarkan total biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk yang dijual, dan menambahkan sejumlah persentase tertentu sebagai laba. Ada 4 kategori dalam penetapan harga berdasarkan biaya, yakni:

  • Cost-Plus Pricing Method – yaitu penetapan harga jual per unit berdasarkan jumlah biaya per unit ditambah jumlah tertentu sebagai laba atau margin (harga jual = biaya total + laba)
  • Mark–up Pricing – yaitu penetapan harga yang sering digunakan oleh pedagang perantara atau reseller/dropshipper dengan menambahkan harga beli dengan sejumlah laba tertentu (harga jual = harga beli + laba/markup)
  • Fixed Fee Pricing – yakni penetapan harga berdasarkan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen produk tersebut ditambah sejumlah fee yang telah disepakati, jadi laba yang diperoleh tidak mempengaruhi harga jual barang
  • Target Pricing – yakni penetapan harga yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi (ROI) sesuai dengan target yang diinginkan.

2. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Kebutuhan/Keinginan

Strategi ini lebih mengutamakan kondisi ataupun kebutuhan pelanggan. Strategi ini memungkinkan adanya perbedaan harga meskipun produknya sama, akibat beberapa faktor tertentu seperti letak geografis, waktu, dan sebagainya. Ada 2 macam kategori dalam strategi ini, yakni:

  • Price Sensitivity Meter (PSM) – yakni strategi penetapan harga yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pendekatan terhadap kebutuhan/permintaan konsumen. Metode ini didasari persepsi konsumen terhadap nilai/value produk yang diterima, apakah sebanding atau tidak. Untuk mengetahui apakah value suatu produk dapat diterima oleh konsumen, Anda bisa mengukurnya dengan PSM.
  • Diskriminasi Harga – yakni kebijakan untuk menentukan harga jual yang berbeda-beda untuk satu jenis produk yang sama dalam satu segmen pasar. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi diskriminasi harga misalnya wilayah, konsumen, waktu, kualitas, dan bentuk produk.

3. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan

Strategi ini menyoroti harga produk sejenis yang dikeluarkan oleh industri pesaing Anda. Ada dua metode yang bisa digunakan, yakni:

  • Perceived Value Fixing – yakni penetapan harga jual berdasarkan harga jual rata-rata produk sejenis.
  • Sealed Bid Pricing – yakni penetapan harga jual berdasarkan penawaran yang diajukan oleh pesaing.

Demikian pembahasan mengenai strategi penetapan harga yang wajib diketahui. Sistem ERP seperti Turboly memiliki beberapa skenario dalam penerapan harga, sehingga proses akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Baca Juga : 5 CARA PROMOSI BAGI USAHA GROSIR DISTRIBUTOR

www.turboly.com