MENGELOLA PREORDER UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UNTUK TOKO HANDPHONE

image

Di tengah segudang strategi yang digunakan untuk perubahan tren penjualan offline ke online, pre-order adalah strategi pemasaran yang bisa diterapkan keduanya. Pre-order adalah strategi yang sangat efektif untuk menciptakan antusiasme pelanggan setia dan dapat meningkatkan permintaan akan produk baru. Strategi Pre Order, atau pra-penjualan, pada dasarnya adalah penjualan suatu produk sebelum produk tersebut tersedia secara resmi. Ini adalah cara yang bagus bagi merek untuk menghasilkan dan meningkatkan arus kas untuk menghindari biaya persediaan yang tinggi dan untuk mendapatkan data awal yang valid tentang bagaimana suatu produk akan berkinerja setelah tersedia. Dari perspektif Pemasaran, ini adalah cara terbaik untuk menghasilkan buzz dan membangun hype sebelum item memasuki pasar.

Pre-order dapat digunakan di hampir setiap industri - baik itu produk buatan tangan, barang bermerek mewah, atau bahkan video game. Kita ambil contoh yang paling populer, misalnya Apple untuk produk ponsel, menggunakan pre-order untuk menyesuaikan produk baru dan mengirimkannya ke banyak lokasi sesuai dengan kebutuhan pasar di lokasi tertentu.

Berikut adalah beberapa tips tentang cara mengelola preorder secara profesional:

Analisa Iklan Pemasaran Produk Preorder

Saat menjalankan iklan preorder, Anda akan mendapatkan respon dari pasar berupa konfirmasi pemesanan. Data yang didapatkan berupa jumlah pesanan pembelian untuk ukuran dan warna tertentu. Hal ini dapat Anda gunakan sebagai cara untuk mengukur penerimaan pasar terhadap produk baru yang akan diluncurkan.

Ciptakan pengalaman belanja pelanggan yang positif

Penjualan preorder adalah cara yang bagus untuk berinteraksi dengan pelanggan dan menawarkan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan berkesan dibandingkan dengan transaksi online standar. Namun, ada detail penting yang harus dipertimbangkan dalam pengalaman belanja preorder yang dapat mengubahnya menjadi pengalaman positif dibandingkan pengalaman negatif yang membuat pelanggan menjauh dan retensi turun.

Buat alur kerja Operasional Anda dengan cermat

Secara operasional, menciptakan pengalaman belanja yang lancar untuk preorder bisa jadi lebih rumit daripada yang terlihat. Jika memikirkan mekanisme operasional preorder, pada dasarnya itu adalah menjual produk yang belum ada di toko.

Jika aliran umum dari pesanan online adalah: pelanggan menempatkan pesanan online> diproses dan detail pesanan dikirim ke gudang> pengambilan, kemas, dan disiapkan untuk pengiriman> dikirim ke pelanggan> pemberitahuan pesanan dikirim> pesanan selesai. Preorder merupakan kunci dalam alur proses ini, karena pesanan baru akan dikirimkan atau diterima customer bukan pada saat pemesanan, dan bisa memakan waktu beberapa minggu sebelum dikirim ke pelanggan.

Selain itu, bagaimana jika customer melakukan pembelian 2 jenis barang yang berbeda. Pertama barang preorder, dan kedua barang yang ready stock. Apakah seluruh pesanan akan ditahan sampai semua item tersedia? Apakah yang satu mengirim sebelum yang lain? Bagaimana melacak item yang tidak terpenuhi versus item yang terpenuhi dalam pesanan? Maka dalam menghadapi situasi seperti ini, diperlukan SOP dan kebijakan yang jelas, agar bagian operasional tidak mengalami kendala serta bagian penjualan tetap dapat feedback yang baik.

Meskipun preorder adalah cara yang bagus untuk berinteraksi dengan pelanggan dan meningkatkan arus kas untuk perusahaan, tapi tetap perlu dipertimbangkan apakah strategi ini tepat jika diimplementasikan ke toko ritel Anda.

Baca Juga : Mengelola Stok di Toko Elektronik Saat Musim Puncak Penjualan

turboly.com