image

Sekilas Mengenai Laporan Arus Kas

Menurut PSAK No.2 (2009:5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu:

Cash in flow

Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari: * Hasil penjualan produk/jasa perusahaan. * Penagihan piutang dari penjualan kredit. * Penjualan aktiva tetap yang ada. * Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas. * Pinjaman/hutang dari pihak lain. * Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

Cash out flow

Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari: * Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya produksi lain-lain. * Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan. * Pembelian aktiva tetap. * Pembayaran hutang-hutang perusahaan. * Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan. * Pembayaran sewa, pajak, dividen, bunga dan pengeluaran lain-lain. Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2009:5) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut akti- vitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Arus kas dari kegiatan operasi

Arus kas dari kegiatan operasi, yang mencakup transaksi kas yang dimasukkan dalam penentuan laba bersih, yang mempengaruhi aktiva lancar dan hutang lancar misalnya:

  • Penerimaan kas dari penjualan tunai
  • Penerimaan kas dari langganan (piutang)
  • Pengeluaran untuk membayar hutang langganan
  • Pengeluaran untuk membayar hutang jangka pendek
  • Pengeluaran untuk pembelian perlengkapan
  • Pengeluaran untuk membayar biaya-biaya lain seperti biaya iklan, biaya gaji, biaya listrik dan lain-lain.

Arus kas dari kegiatan investasi

Arus kas dari kegiatan investasi, yang mencakup transakasi kas yang dimasukkan dalam kaitannya dengan investasi jangka panjang/ aktiva tetap, misalnya:

  • Penerimaan hasil penjualan tanah
  • Penerimaan hasil penjualan gedung
  • Penerimaan hasil penjualan peralatan
  • Pengeluaran untuk pembelian peralatan
  • Pengeluaran untuk pembelian gedung
  • Pengeluaran untuk pembelian tanah dan lain-lain.

Arus kas dari kegiatan pendanaan

Arus kas dari kegiatan keuangan, yang mencakup transaksi kas yang dimasukan dalam kaitannya dengan peminjaman uang jangka panjang dan investasi kas pemilik perusahaan, misalnya: * Penerimaan dari penambahan investasi * Penerimaan hasil penjualan saham * Penerimaan hasil penjualan obligasi * Penerimaan hasil pinjaman jangka panjang * Pengeluaran untuk penarikan keperluan pemilik * Pengeluaran untuk penarikan saham * Pengeluaran untuk penarikan obligasi * Pengeluaran untuk pembayaran hutang jangka panjang dan lain-lain.

Baca Juga : Mengenal Double Entry Accounting

www.turboly.com