Kiat untuk meningkatkan penjualan secara eceran

image

Sebagai retailer, ada banyak metrik dan laporan yang perlu cek, dan salah satu KPI ritel terpenting yang harus diperhatikan adalah rasio konversi penjualan vs kunjungan. Memantau dan mengoptimalkan penjualan akan memungkinkan untuk mendistribusikan produk lebih cepat, mengurangi kelebihan stok, dan pada akhirnya memiliki arus kas yang lebih baik dalam bisnis ritel baik offline ataupun ecommerce.

Jika secara konsisten mendapatkan tingkat asio konversi penjualan vs kunjungan yang rendah, langkah-langkah berikut akan membantu Anda memindahkan inventaris lebih cepat.

Konsisten untuk mengukurnya

Kita tidak dapat meningkatkan apa yang tidak diukur. Jadi, pastikan secara teratur dan konsisten mengawasi tingkat penjualan. Dengan melakukan itu, akan mendapatkan informasi tren dan membuat keputusan yang didukung data.

Misalnya, jika Anda menemukan bahwa suatu barang tidak terjual cukup cepat, itu dapat mendorong untuk membuat kampanye promosi atau menemukan cara untuk menampilkannya di depan lebih banyak pelanggan.

Melacak rasio konversi penjualan vs kunjungan secara sadar juga membantu membuat keputusan manajemen inventory yang lebih baik. Jika suatu barang memiliki tingkat penjualan di bawah standar, misalnya, akan tahu untuk tidak akan restock di masa mendatang. Di sisi lain, jika produk pergerakannya lebih cepat dari yang diharapkan, maka dapat memutuskan untuk memesan lebih banyak stok ke depan.

Intinya adalah, Anda tidak akan dapat membuat keputusan yang cerdas kecuali melihat informasi dan laporan.

Berkreasilah dengan merchandising

Produk yang bergerak lambat belum tentu merupakan indikasi permintaan pelanggan yang rendah. Dalam banyak situasi, tingkat konversi penjualan vs kunjungan yang rendah dapat disebabkan oleh pemasaran atau merchandising yang buruk.

Mungkin orang tidak menemukan produk di toko atau ada yang aneh dengan cara barang tersebut dijual dan ditampilkan.

Dalam kasus ini, ada baiknya mengevaluasi kembali strategi merchandising. Di sisi merchandising, perlu memastikan bahwa produk yang diperlukan cukup terekspos ke pembeli. Ini bisa berarti menempatkannya di area toko yang lebih menonjol.

Jalankan promosi

Jika inventory benar-benar tidak bergerak (hampir dead stock), pertimbangkan untuk menerapkan penawaran dan promosi. Inisiatif yang tepat tergantung pada apa yang dijual, tetapi berikut adalah beberapa ide:

  • Bundle produk slow moving dengan produk fast moving
  • Berikan mereka sebagai barang gratis/ sample
  • Gunakan diskon persentase
  • Manfaatkan promosi menggunakan kampanye bertarget
  • Adakan obral besar-besaran dan promosikan program diskon

Ada banyak cara untuk mempromosikan barang dagangan Anda; ini hanya masalah mencari tahu jenis promosi penjualan yang tepat, dan menjalankannya dengan baik.

Sell-through adalah metrik penting yang tidak boleh diabaikan. Ukur secara teratur menggunakan strategi di atas, atau lebih baik lagi, gunakan Sistem Point of Sale (POS) dan sistem manajemen inventory yang dapat dengan mudah melacak tingkat penjualan.

Baca Juga : 4 Cara Menemukan Produk Trending untuk Dijual di Toko Ritel Anda

turboly.com