Mengapa Stok Mati Bisa Menjadi Masalah?

image

Alasan paling jelas bahwa stok mati adalah masalah, karena kita dapat mengalami kerugian ketika kita membeli produk tapi tidak pernah bisa menjualnya dan hal tersebut akan menyebabkan terganggunya arus kas perusahaan. Selain itu, persediaan yang tidak terjual atau bergerak lambat / slow moving akan menimbulkan berbagai masalah lainnya, seperti penumpukan barang di gudang dan hal ini akan diikuti dengan meningkatnya biaya penyimpanan.

Apa penyebab stok mati ?

Ada banyak hal yang mengakibatkan dead stock atau stok mati, berikut adalah beberapa kasus yang mengakibatkan stok mati diperusahaan Anda.

1. Peramalan Stok Persediaan yang Tidak Akurat

Peramalan stok persediaan merupakan bagian krusial dari bagian manajemen persediaan. Melakukan peramalan atau forecasting dengan detail dan rinci meminimalkan kemungkinan kelebihan persediaan.

Banyak perusahaan, terutama toko ritel yang sedang berkembang , melakukan pengisian/ restock persediaan barang tanpa melihat tren pasar yang menyebabkan kontrol supply yang lemah sehingga persediaan oversupply.

2. Manajemen Pembelian yang Buruk

Tidak peduli seberapa akurat perkiraan persediaan, jika kita tidak menggunakan praktik sistem ordering yang baik, kita tetap akan mendapati stok mati. Misalnya, tidak peduli seberapa laris sebuah produk, jika kita membeli dengan jumlah berlebih tanpa melihat apakah produk itu akan terus memiliki daya beli tinggi atau sekedar sentimen pasar saja.

3. Penjualan yang kurang baik

Kita mungkin telah memperkirakan secara akurat dan memesan dengan sempurna, tetapi produk tersebut mungkin masih belum terjual karena faktor lain. Harga yang ditawarkan dan strategi pemasaran memainkan peran besar dalam keberhasilan suatu produk.

Bagaimana mencegah stok mati ?

Sangat penting untuk menggunakan Software Inventory Manajemen, dengan sistematis akan dapat memecahkan banyak masalah yang menyebabkan stok mati. Sistem Manajemen Inventory juga dapat menyajikan data yang akurat dan terkini pada sistem inventory. Data ini dapat menghasilkan :

  • Identifikasi inventory yang bergerak slow moving dan fast moving dengan cepat sehingga dapat merubah strategi pemasaran secara realtime
  • Mengidentifikasi dead stock / stok mati
  • Buat forecasting yang akurat
  • Proses perencanaan, pembelian yang lebih akurat

Baca Juga : Mengelola Inventory Melalui Sistem Point of Sale

turboly.com